Selasa, 17 Januari 2012 | By: Winda Maharani

Hey there, Love..

Ini adalah surat kedua gue. Mungkin akan sedikit berbeda dengan 30 hari menulis surat cinta yang ada tema dan ditulis exact 30 hari. Kalo gue akan buat 30 surat cinta aja deh, hehehe.. This letter is for you. Yes for u there, my love..

I am so lucky to meet you. Aku ga pernah bayangin sebelumnya akan ada seseorang yang bisa tahan dengan segala tingkah lakuku ini. Aku bener-bener ga tau, gimana caranya kamu bisa tau sikap yang tepat buat menghadapiku, kata-kata yang tepat buat menenangkanku, dan hati yang lapang untuk mengalah padaku.

Kamu tau ga, walaupun aku baru beberapa bulan sama kamu, kayaknya hatiku tau lebih jauh dari itu. Hatiku tau sejak pertama kali berkenalan denganmu, kalo akan ada 'masa depan' denganmu nanti. Mungkin hatiku tau sejak mataku pertama kali menemukanmu duduk disana, kemudian otakku langsung bekerja memproses pikiran-pikiran mengenai siapa kamu dan apa kesanku. Tapi kamu tau ga, aku merasakan tarikan yang kuat dalam hatiku cuma ke kamu. Yeah i know, it sound silly. But I felt it, here in my heart.

Aku selalu ingin punya seseorang yang bisa menjadi sahabatku, kakak lelakiku, imamku dan juga kekasih hatiku. For this time, I know that I find it in you. Aku berharap aku bisa jadi seseorang yang juga berarti bagimu, seseorang yang bisa berbagi hidup denganmu. Aku tak akan melangkahi takdir Allah SWT, tapi aku berharap kita akan berjodoh di masa depan. For this very time, I know that I love you.. And I really hope, this feeling will last forever..

It's been so long since we took the time  
To share words from deep inside us  
We're in our own world, spinning our wheels  
But you know how I feel
 
Since the first time I took your hand  
My love for you has just been growing  
You always seem to understand  
You know how I am
 
I'm gonna love you till the end  
I'm gonna be your very true friend  
I wanna share your ups and downs  
I'm gonna be around
 
When you're alone 'cause I'm away  
Don't be sad, don't be afraid  
I'm gonna turn my thoughts to you  
Like I always do
 
I'm gonna love you till the end 
I'm gonna be your very true friend  
I wanna share your ups and downs  
I'm gonna be around
 
Catch you when you fall  
Hold you when you’re down  
Sharing every moment  
I wanna show you all I do  
I believe I’ve found a miracle in you
 
I'm gonna love you till the end 
I'm gonna be your very true friend 
I wanna share your ups and downs  
I'm gonna be around

*songs from MLTR - I'm gonna be around*

Minggu, 15 Januari 2012 | By: Winda Maharani

For the person I love the most

Surat ini gue tujukan untuk seorang terkasih yang sudah pergi meninggalkan gue tahun lalu. Yes, my beloved mom..


Terlalu banyak kata dan aksi yang ingin kuperbuat untuk ibuku tercinta, namun tak berdaya karena takdir mengisahkan hal yang lain. Terlalu banyak penyesalan dalam dada yang tak bisa dicurahkan dengan cara apapun. Penyesalan yang kemudian menggerogoti hatiku perlahan-lahan.


Bulan itu, saat aku menatap pilu pada kertas hasil pemeriksaan dokter dan membaca 2 huruf kecil yang tak berdosa itu, duniaku berubah drastis. Harus mengetahui bahwa orang yang paling kusayang di dunia ini harus berjuang melawan penyakit itu. Dalam hati aku terus membatin, kenapa ini harus terjadi pada ibuku yang paling kusayang. Dalam hati aku berjanji akan lebih banyak memperhatikanmu, menjagamu, menyayangimu, dan mencintaimu lebih dalam mom.


Tapi apalah daya, aku hanyalah manusia biasa yang tak lupus dari kesalahan. Seiring berjalannya waktu, aku malah mengabaikanmu, malas untuk mengurusimu, dan mengeluh ketika mendengarmu mom.. betapa berdosanya aku, betapa durhakanya aku padamu mom..


7 Januari 2011, mama telah pergi. Dipanggil kembali oleh sang Pencipta untuk kembali duduk disampingnya dalam alam yang terindah, surga. Tapi ma, disini ade terbelit dalam penyesalan yang teramat dalam, hingga ade hampir tiba di suatu titik dimana ade tak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk menebusnya. Masa-masa gelap dalam hidup ade ketika lentera penerang jalan itu telah hilang bersamaan dengan kepergian mama. 


Terbelit dalam penyesalan dan berkata kenapa ade ga melakukan ini, kenapa ade ga melakukan itu, kenapa ade dulu bersikap seperti itu sama mama, mengapa ade dulu pernah merasakan marah dan kesal pada kondisi mama. Ade bener-bener bukan anak yang baik buat mama. Ade ga pernah mendukung mama ketika mama paling membutuhkan dukungan. Persetanlah dengan segala pendidikan psikologi di universitas terkenal ini. Apalah gunanya ketika tak ada satupun yang pernah ade gunakan untuk meringankan beban mama. Ade menyesal, karena ade tau ade belum menjadi anak terbaik buat mama, anak yang bisa mama banggain. Anak yang bisa bentu mama ketika sedang membutuhkan. Ade harus terima kenyataan, bahwa ade bukan anak itu. Titik.


Sekarang, setahun kehidupan ade tanpa mama telah berlalu. Tapi setiap kata ‘mamaku’ itu terucap, ade tetap harus sekuat tenaga mengendalikan diri agar tidak menangis. Maybe outside, people will see me as tough person.. Tapi siapa sih yang bisa tegar ketika kehilangan orang yang paling disayang? Siapa sih yang bisa merasa tegar ketika masih berhutang beribu penyesalan pada orang tercinta yang sudah meninggalkannya?


Dalam hati ini, ade rapuh ma. I’m not strong, I just pretending to be strong. I still need you and will always need you mom.. Life is happier when I’m with you. Life is easier when you’re around. I’m tougher cause I know you will always there standing next to me. I feel like everything will gonna be alright when you there embrace me with your love, mom..


Untuk kali ini, ade hanya bisa bilang maaf karena belum bisa jadi anak yang terbaik, anak yang bisa mama banggain, anak yang bisa meringankan mama di akhirat sana. Tapi untuk sekarang ade berjanji dengan seluruh hati dan jiwa, I will be the best daughter u ever had, mom..


Are you happy there dear mom? Are you playing along with angels there mom? They will love you, of course. Just like I always love you.. I miss you so bad, it’s hurts dear mom. I really wish that you were here, now, when I’m down. I really wish that you can hug me tight now and tell me that’s everything will turn up okay.. I really miss you, mom..



I’m sitting at my room, crying out loud when I remember you and finally write this letter


Sabtu, 10 Desember 2011 | By: Winda Maharani

tetes perih

tetesan air ini jatuh perlahan
tanpa kusadari sudah menggenang
pelupuk mataku basah karenanya
dan hati yang gundah penyebabnya

tak semuanya bisa kuungkapkan dengan kata
aku dan kau tentulah berbeda
kuharap kau menerimaku apa adanya
tanpa ada ekspektasi lebih di dalamnya

terkadang kata-kata hanyalah semu bagiku
tak bisa dengan jelas mengungkapkan seluruh isi hatiku
kau tanya mengapa?
tapi aku pun tak tahu jawabannya

hatiku mengaduh dan menjerit
jiwaku merana karena merasa terhimpit
tapi tak sedikitpun kata membuatnya lebih baik
dan kata-katamu hanya membuatku semakin tercabik

pelan dan perlahan
intonasi suara yang seolah menenangkan
namun itu semua terdengar bagaikan kutukan
yang mengubur kebebasan jiwaku jauh ke dasar lautan

inikah jawabannya?
bila ya, aku memilih untuk bebas dari semua
jika itu berarti aku harus kehilanganmu,
kurasa semuanya pantas

aku membunuh diriku perlahan dengan tertawa tanpa perasaan
aku menyayat tubuhku dalam-dalam ketika aku terlihat gembira tanpa merasakan
aku mengubur hidupku dengan bersamamu


when the nite goes down, so does my heart

apakah aku harus tersenyum?

larut malam ini, hatiku perih
tersayat-sayat pedih tanpa sedikitpun kusadari
bohong.. aku menyadarinya
satiap kata yang terucap dari mulutmu malam ini, hanya akan membuatku tertawa

ha.. ha.. ha..
permintaanmu perlahan-lahan membunuh eksistensiku
haruskah aku tetap tersenyum dan bercanda ketika hatiku menjerit merana?
haruskah aku tetap tertawa ketika jiwaku terpasung oleh hal yang kau sebut cinta?

jauh dalam sudut hatiku, aku berperang..
memenangkan egoku atau mencoba bertahan
tapi kini di persimpangan, pikiranku menjadi bimbang
apakah hal ini tetap patut diperjuangkan?

entahlah.. aku bukanlah Tuhan
aku tak tahu bagaimana masa depan
yang aku tahu sekarang, aku harus berubah
pada sesuatu yang bukan diriku

kau berkeras aku harus berubah,
maka baiklah..
hanya saja perlu kau tahu
jiwaku terperangkap dan perih tersayat sembilu

aku bukanlah aku
tawaku adalah semu
ragaku hanyalah batu
aku tertawa namun di dalam bisu, aku menangis perlahan tanpa ada seorangpun yang tahu


late at nite,
hating all of this
10 des 2011


Rabu, 22 Juni 2011 | By: Winda Maharani

diare dan tangis

kalo diliat dari judulnya, kayaknya ga penting ya ngebahas diare ato pun tangis. but somehow, gue ngerasa dua hal sepele itu sangat berguna loh buat manusia. dua hal itu juga punya persamaan, IMHO..

diare dan tangis sebenernya baik buat kesehatan manusia.. ketika di dalam tubuh seseorang ada hal yang tidak cocok, tidak sesuai, racun dan segala hal tidak baik lainnya, tubuh dengan otomatis (ga juga sih sebenernya, anggep aja gini :p) akan menganggapnya sebagai hal yang harus dibuang. lalu muncullah itu peristiwa diare.. dengan diare itu, segala hal yang ga baik dikeluarin biar tubuh ga selamanya 'keracunan'

hal yang sama juga terjadi dengan tangis.. kalo diare itu fisik, tangis itu kesehatan psikologis (IMHO).. saat hati lo, pikiran lo ga tenang, sakit, galau, atau terlalu berat untuk ditahan, terkadang tangis bisa menyembuhkan loh.. walopun memang ga menyelesaikan masalah, tp itu bisa membuat perasaan lo sedikit lebih lega, memberikan sedikit ruang untuk bernapas..

walaopun begitu, diare ato tangis yang berlebihan juga ga baik buat seseorang.. hal tersebut justru dapat membahayakan kesehatan mereka, baik fisik maupun mental.. so, sampai detik ini gue masih menganggap kedua hal tersebut pada dasarnya baik untuk tubuh seseorang, selama tidak dalam waktu dan jumlah yang berlebihan..

agak random sih, tapi emang gue random sih orangnya.. hahahaha

Sabtu, 28 Mei 2011 | By: Winda Maharani

semua ada harganya

belakangan ini gue sedang meng-galau-kan masa depan gue. mau jadi apakah gue ini? mau kerja dimanakah gue ini? mau nerusin s2 apa ngga? kalo nerusin mau milih profesi ato ga? banyaklah hal yang berkecamuk dalam hidup gue belakangan ini.. gue selalu dan selalu iri dengan mereka yang sudah menetapkan hati dan pikirannya mau menjadi apa dan mau mengejar apa dalam hidupnya.. sedangkan gue masih aja di persimpangan tanpa tau apa yang harus dipilih..

tidak tau mau memilih apa adalah hal paling galau yang pernah gue rasakan.. tidak tahu bukan karena tidak punya minat, justru karena gue berminat pada banyak hal.. gue ingin mencoba banyak hal dalam hidup gue, makanya bingung hidup seperti apakah yang dapat mengakomodasi keinginan gue itu??

then, ada sedikit pencerahan saat bertemu dengan pembimbing skripsi gue. dia menceritakan adiknya yang bekerja di perusahaan oil & gas dengan gaji puluhan juta per bulannya.. tapi dia melihat harga yang dibayar oleh adiknya itu.. capek, pulang malam, kadang jam kerja tak menentu.. sedangkan dia, seorang psikolog dan pengajar.. lingkungan nyaman namun gaji sangatlah minim..

trus dia ngomong, kalo memang mau cari uang, dia gak akan memilih untuk jadi pengajar.. tapi dia memilih lingkungan yang nyaman, menyenangkan baginya untuk bekerja dan berkarya.. ada harga yang harus dibayar dalam segala pilihan yang dibuat oleh manusia. dalam setiap pilihan, ada kelebihan dan kekurangannya, all in whole package.. tinggal manusianya aja yang mau memilih mana.. and yes, everyone has a choice.. 

kalo dalam milih pekerjaan, dia bilang jangan terlalu memikirkan untung rugi atau dalam hal ini diukur dalam besaran nominal gaji yang akan diterima.. pikirkan apa yang mau lo lakukan, yang lo butuh untuk lakukan, dan lakukan itu dengan sepenuh hati.. hasilnya? kerjaan elo beres, keinginan lo tercapai, hati lo terpuaskan, dan percayalah suatu saat harga tersebut akan dibayar tanpa lo pernah memintanya.. semua itu didapat dari kerja keras dan tekad serta niat yang tulus.. 

hal itu membuat gue berpikir-pikir lamaaa banget (walopun blm nemuin jawabannya juga, sih) dan menjadikan hal itu bahan pertimbangan gue dalam memutuskan akan jd apa gue nantinya.. sampe sekarang gue masih berpikir mahasiswa yang baru lulus dan mengejar gaji tinggi itu, sangat sangatlah dangkal (sori).. oke, mungkin itu menghargai diri sendiri ya, nominal tersebut.. tapi apakah pernah mereka mikir, akan puaskah mereka hanya dengan hal itu? masih banyak loh tempat yang mungkin lebih membutuhkan lo tapi ga bisa ngasih gaji yang tinggi.. who knows?

yang perlu gue cari sekarang adalah apa yang bener-bener mau gue lakukan di masa depan.. insya Allah semuanya akan menyusul kemudian dan indah pada masanya.. gue selalu percaya, kalo lo suka dengan apa yang lo lakuin, uang akan datang kemudian..

bismillahirrahmanirrahim.. hanya Allah yang akan tau akan jadi apa gue di kemudian hari

Kamis, 26 Mei 2011 | By: Winda Maharani

my gratitudes to all of you

ini semua dalah ucapan terima kasih gue buat semua orang dalam hidup gue yang udah membantu gue selama ini dan selama pembuatan skripsi gue.. check it out!
Alhamdulillahirabbilalamin. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak rahmat, anugerah dan ridho-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Saya sangat menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terselesaikan dengan baik tanpa bantuan, dukungan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:
1.        Sherly Saragih Turnip, S.Psi., M.Phil. dan Fitri Fausiah M.Psi., M.Phil., selaku dosen pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengarahkan serta memberi dukungan yang sangat besar pada saya selama proses penyusunan skripsi ini hingga kini menjadi sebuah karya ilmiah yang sempurna.
2.        Ayah saya tercinta Muhammad Rivai, abang saya Azhar Rahim Rivai, kakak saya Selvia Natasya dan juga tante saya tercinta Mila, yang selalu memberi kekuatan dalam doa serta dukungannya yang tidak pernah berhenti, terutama saat menjalani masa-masa sulit itu.
3.        Ibunda saya tercinta Lestari Windie Hadiyani, atas seluruh pengorbanan yang telah diberikan untuk saya. Untuk semua tawa, pelukan, kasih sayang yang telah diberikannya kepada saya sejak dalam kandungan hingga Januari 2011 ini. “Maafin ade ya mam. Mama belom sempet liat ade wisuda. Semoga mama tenang disana. I will always love you forever”
4.        Fivi Nurwianti, S.Psi., M.Si., selaku pembimbing akademik penulis, yang senantiasa memberi arahan dan dukungan selama penulis menjalani empat tahun masa perkuliahan.
5.        Indah Sari H, M.Psi. dan Nathanael Sumampouw, M.Psi, selaku tim dosen pembimbing payung penelitian Kesehatan Mental Mahasiswa UI 2, yang selalu memberi semangat serta dukungan pada saya untuk menyelesaikan skripsi ini.
6.        Temen-temen payungku tersayang Priescha Maishella, Annisa Rahmalia, Eka Chairunnisa, Chitra Annisya, Aisyah Herni, dan Rahel Oktarina, atas bantuan, semangat, dukungan dan hari-hari penyusunan skripsi yang sangat menyenangkan yang diberikan untuk saya dari awal payung ini terbentuk hingga sekarang

7.        SDDKD-ers Yovie Syafitri, Dana Melisa, Pradina, Sandra Lukita Sari, Viega Namira, Indriani Isabella, Vitha Rustyany, Dian Khairunnisa, Anna Apriliana, yang telah jadi sahabat buat saya, tempat untuk berbagi tangis dan tawa. Terima kasih telah menjadi cahaya yang menuntun saya di kala masa-masa gelap itu, thank to all of you simply because all of you just being yourself :)
8.        Ristiana Istiqomah, Ika Nurfitriani, Marina Siregar, partner saya Lunardi Ramli, BEM CINTA 2009, keluarga kesayanganku BEM PRIMA 2010, SIGMA GOKIL, SIGMA ERE*TION (Diah Wahyu U, Putra Nugraha, M. Akbar 'abay', Stefan Nicolaas) serta teman-teman angkatan PSIKOJOY lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu, atas segala bantuan dan semangat yang pernah diberikan untuk penulis.
9.        Temen-temen Magang Merpati Ceria, Chandradewi K, Eva Riyani Yasir, Cyindi Andari Agmer, Resti Yandhani, Ridwan Malik,  Erlinda Perdana, Rizkiana Shadewi, Saharia Nurarini, Abirul Trison dan Rumingraras yang telah menjadi sahabat, sekaligus rekan kerja yang mewarnai hari-hari saya selama bermagang ria

10. Untuk Divisi Aviation Safety, Security and Quality PT. MNA yang telah memberikan saya banyak pengalaman dan pelajaran berharga selama 3 bulan masa saya bekerja.

Saya berharap Allah SWT berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah mendukung dan membantu saya selama ini. Semoga skripsi ini dapat membawa manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Depok, Mei 2011


It's your choice

still connected with my previous post about chemistry. i found this sentence when i read a novel yesterday.. it says..
as a rule, people know instantly if they're interested or not with someone. whether they'll choose to act on that interest is another thing
 so, your heart will know instantly about your feeling 'bout someone. you can't deny yourself if you're really interested about someone, but you will have to pass another stage to act on it. a stage requires you to think about it, is it good or not, or something else in between. a stage that used your moral reasoning to decided whether you have to act on it or not..


so, once again i will said this.. you really need a 'chemistry' with someone if you want to continue your relationship further. BUT, you don't have to act on it EVERYTIME you feel that way. use your heart and moral before deciding..


happy loving, folks! :))
Senin, 09 Mei 2011 | By: Winda Maharani

Self-Concealment

when i was writing my undergraduate thesis, i often read a scientific journal and made it my sources.. my undergraduate thesis is talk about psychological distress in university student.. when i skimming the journal, i read about this term.. a new term for me.. it called self-concealment
 
self-concealment is a predisposition to actively hide personal negative information from others (Larson & Chastain, 1990)
 
in the journal I read about, self-concealment is one of many factors that contributes as the reason why people don't wanna go and have a counseling with psychologists.. someone who have a big sense of self-concealment tend to hide his/her personal negative information.. not just avoiding, but actively hide his/her personal information.. i haven't read specifically about this, but i think it connected with self-esteem or something..
 
nice term.. someday i will seriously take a little research about it and then write it up..
Jumat, 06 Mei 2011 | By: Winda Maharani

Sagittarius Facts

di salah satu situs jejaring sosial, twitter, gue mem-follow akun yg berisi tentang karakteristik yang dimiliki oleh zodiak-zodiak yang ada.. karena gue lahir di bulan desember, katanya sih bintang gue saggitarius..

lambang zodiak ini adlah centaurus (manusia setengah kuda) dan membawa panah.. i won't make you feel bored with this kind of explanation.. yang mau gue bahas adalah di akun itu, mereka sering ngasih fakta-fakta tentang karakteristik pribadi orang yang punya zodiak tersebut.. maybe it's a superstitious things, but somehow i found it's amusing and sometimes true enough.. hehehe, yah percaya ga percaya sih intinya.. let me share it for you

  • Zodiac Star Sign Focus on: Sagittarius - The Archer - November 23rd - December 21st
  • ,are very optimistic but at the same time can be quite skeptical about certain things.
  • Sagittarius is intellectual and philosophical and also good humored.
  • Sagittarius does get bored easily.
  • Sagittarius women have a fun outlook in life.
  • Sagittarius perfect match - Aries and Leo
  • Independence and freedom are important to Sagittarius.
  • Magenta and Purple are the colours of Sagittarius.
  • Sagittarius needs to guard against rushing into things.
  • Sagittarius is eager for adventure.
  • Sagittarius does not hesitate to give an honest opinion.
  • Sagittarius is friendly and enthusiastic.
  • Sagittarius is a mutable fire sign ruled by the planet Jupiter.
  • Jupiter is the planet of opportunity and expansion.
  • Fire signs represent drive and ambition, courage, enthusiasm, adventure.
lucu-lucu sih isinya.. masih banyak tuh sebenernya, cuma gue udah lupa aja.. karakteristik yang disebut di atas itu gue rasa bener ada di dalam diri gue sih, hahaha.. superstitious!